← Kembali ke Artikel

BJ Habibie, Bapak Teknologi Indonesia yang Visioner

27 Aug 2025

BJ Habibie, Bapak Teknologi Indonesia yang Visioner

Salah satu tokoh bangsa yang membawa sprit kebangsaan dan perubahan bagi bangsa Indonesia secara Intelektual.


B.J. Habibie adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah teknologi dan pembangunan industri di Indonesia. Dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia, beliau telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam berbagai bidang, khususnya di sektor penerbangan dan teknologi informasi.

Bacharuddin Jusuf Habibie lahir pada 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan. Habibie merupakan anak kedua dari delapan bersaudara dan berasal dari keluarga yang menghargai pendidikan. Ayahnya, Alwi Abdul Jalil Habibie, adalah seorang pegawai pemerintah, sedangkan ibunya, Rukmini Habibie, adalah seorang guru. Sejak kecil, Habibie sudah menunjukkan ketertarikan yang besar pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, Habibie melanjutkan studi ke Jerman. Ia terdaftar di Universitas Teknologi Munich, di mana ia belajar teknik pesawat terbang. Habibie meraih gelar sarjana dengan predikat cum laude pada tahun 1965. Ia kemudian melanjutkan pendidikan hingga mendapatkan gelar doktor di bidang teknik pesawat terbang pada tahun 1971. Penelitiannya berfokus pada aerodinamika dan struktur pesawat, yang kemudian membawanya pada karier yang cemerlang di dunia penerbangan.

Melalui proyek Airbus A-300B, Habibie berkontribusi dalam pengembangan pesawat terbang canggih.

Kejeniusan Habibie memberi pengaruh besar dalam pengembangan teknologi penerbangan, baik di dalam maupun luar negeri. Ia merupakan tokoh yang dihormati di kancah internasional.

Salah satu penemuan Habibie yang terkenal adalah teori Crack (crack propagation theory) yang diberi nama Rumus Faktor Habibie. Teori ini memungkinkan insinyur untuk menghitung keretakan hingga level atom pada pesawat, sehingga mencegah kegagalan struktural dan mengurangi risiko kecelakaan.

B.J. Habibie menegaskan bahwa setidaknya ada dua jalur yang dibutuhkan untuk membentuk manusia yang unggul. Kedua jalur tersebut adalah jalur pendidikan dan pembudayaan. Membentuk manusia unggul melalui jalur pembudayaan tidak terlepas dari faktor agama dan budaya bangsa. Melalui jalur pembuyaan, B.J. Habibie berharap akan terlahir manusia yang beriman, bertakwa, dan berbudaya.

Selain jalur pembudayaan, manusia unggul juga harus diciptakan melalui jalur pendidikan. Tentang hal ini, B.J. Habibie mengingatkan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui jalur pendidikan, B.J. Habibie yakin akan terlahir calon-calon pemimpin bangsa dengan kompetensi dan kualifikasi pengetahuan yang mumpuni, serta professional dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi.